Courtesy Daily HM

⚠️Disclaimer⚠️

Mohon segala sesuatu yang ada dalam konten ini tidak perlu seluruhnya dianggap pembenaran karena sesungguhnya (menurut kami saat ini) belum ada Master of Coding ICD-11 di Indonesia saat ini yang certified. Sehingga materi yang disajikan berdasarkan hasil sosialisasi dari WHO melalui media publikasinya baik Website, Materi Webinar, maupun konten lainnya yang kredibel. Berikan komentar apabila terdapat koreksi dan kekeliruan.

====================================

Materi yang disajikan merupakan Materi Webinar bernuansa Workshop di event DPD PORMIKI Jawa Barat bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Mekarsari pada tanggal 13 Maret 2022 yang bersifat serta bermaksud memudahkan peserta atau penonton mengenal terlebih dahulu “kulit” dari ICD-11. Selebihnya yang menonton video ini sangat perlu sekali berkonsultasi dengan yang lebih ahlinya sebagai second opinion dalam menimba ilmu.

ICD-11 sendiri belum diimplementasikan di Indonesia, namun kita wajib juga untuk menyambut revolusi ini dengan terlebih dahulu mengetahui apa revolusi ICD-10 ke ICD-11. Dengan kata lain, revolusi ini beriring dengan eranya Industri 4.0 yang menjadikan kita sebagai Masyarakat/Society 5.0 yang tidak asing lagi berkehidupan serba digital dan ICD-11 lah yang hadir sebagai ICD dalam bentuk digital terkini.

ICD-11 adalah revisi kesebelas dari Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD). Versi ini akan menggantikan ICD-10 sebagai standar global untuk penyandian informasi kesehatan dan penyebab kematian. ICD-11 dikembangkan dan diperbarui secara berkala oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengembangannya dimulai pada tahun 2007 dan berlangsung selama lebih dari satu dekade, dengan melibatkan lebih dari 300 spesialis dari 55 negara yang dibagi menjadi 30 kelompok kerja, dengan tambahan 10.000 proposal dari orang-orang di seluruh dunia. Versi alfa dirilis pada Mei 2011 dan draf beta pada Mei 2012, sedangkan versi stabil dari ICD-11 dirilis pada 18 Juni 2018, dan secara resmi didukung oleh semua anggota WHO selama berlangsungnya Majelis Kesehatan Dunia ke-72 pada 25 Mei 2019.

Sebagai klasifikasi dan terminologi ICD-11 memungkinkan pencatatan sistematis, analisis, interpretasi dan perbandingan data mortalitas dan morbiditas yang dikumpulkan di berbagai negara atau wilayah dan pada waktu yang berbeda; memastikan interoperabilitas semantik dan penggunaan kembali data yang direkam untuk kasus penggunaan yang berbeda di luar statistik kesehatan belaka, termasuk dukungan keputusan, alokasi sumber daya, penggantian biaya, pedoman, dan banyak lagi.

Mari bersama mewujudkan PMIK di atas rata-rata yaitu PMIK yang PMIK (Profesional, Menginspirasi, Inovatif, Kreatif) 😊.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s